Cantik tapi anti-ribet? ini dia tanaman indoor tanpa tanah yang tepat untuk para pemula dalam dunia bercocok tanam.

Selama WFH, kita pasti berusaha mencari kesibukan baru untuk mengisi waktu luang. Sebagian besar mencoba memasak, tapi tidak sedikit juga yang beralih ke tanaman indoor. Ya, ternyata memelihara tanaman dan menyaksikan proses tumbuhnya bisa menimbulkan rasa bahagia. Tapi bagaimana untuk orang-orang yang merasa kurang telaten?

Tenang, ternyata ada tanaman indoor yang bisa hidup tanpa tanah! Jadi kita tidak perlu ribet atau takut rumah menjadi kotor. Ini dia beberapa tanaman pilihan Written.

Tillandsia (Air Plant)

Kamu cukup menaruh Tilly di dekat jendela dan menyemprotkan sedikit air ke permukaan daunnya sekali seminggu. Tapi, jangan lupa tanya dulu ke penjualnya karena ada juga jenis Tilly yang harus disiram setiap hari. Karena tanaman ini berasal dari hutan hujan tropis, kamu harus memastikan ia sering terkena cahaya matahari, ya. Kalau tidak, Tillandsiamu bisa sakit dan mengering. Tahu tidak kalau ada berbagai jenis Tilly yang bisa berbunga? Meski tidak bertahan lama, melihat bunganya pasti akan membuat kamu yang merawat semakin bahagia.

Tillandsia

Spanish Moss

Tanaman gantung yang bisa memanjang secara signifikan dalam waktu singkat. Untuk merawatnya, cukup semprotkan air setiap 2 kali seminggu dan biarkan menjuntai di tempat yang terpapar sinar matahari. Tanaman yang sering disebut Janggut Musa ini juga mudah dikembangbiakkan, lho. Mangkanya, menemukannya di toko tanaman tergolong mudah. Harganya juga tidak terlalu mahal, meski belakangan melambung karena dianggap sedang ngetren.

Spanish Moss

Philodendron

Salah satu tanaman yang paling mudah dirawat. Kamu cuma perlu mencelupkan tanaman ini ke dalam gelas berisi air kemudian menaruhnya di mana saja. Bahkan Philodendron sebenarnya tidak boleh terkena cahaya matahari langsung dan kuat bertahan dalam ruangan ber-AC (meski tetap harus dibawa terkena udara luar di tempat teduh beberapa hari sekali). Itulah kenapa beberapa tahun terakhir orang-orang mulai menjadikannya sebagai tanaman indoor favorit. Philodendron sendiri ada banyak jenisnya, tepatnya lebih dari 500 jenis dengan ukuran yang berbeda-beda. Selain dalam air, tanaman ini juga cocok ditanam di media sekam bakar atau akar pakis.

View this post on Instagram

Sirih Gading . Di foto adalah Sirih Gading Kuning atau biasa disebut Sirih Gading Lemon atau Neon Potos. Tanaman cantik ini bisa berfungsi sebagai pembersih udara alami. Bisa hidup di beberapa jenis media tanam, salah satu di antaranya adalah di media air. Tanaman ini juga bisa hidup di area low light seperti kamar mandi, kamar tidur, ruang ber-AC dan juga bisa di area luar yang terkena sinar matahari langsung, sehingga tanaman ini sangat mudah dalam tumbuh kembang. Informasi Harga: Tanaman lebat Rp80.000 Glass Jar dan Batu Rp40.000 . Untuk pemesanan tanaman ini silahkan WA 0878-87152014 #NanemTaneman

A post shared by Nanem Taneman 🍀 (@nanemtaneman) on Oct 12, 2018 at 1:35am PDT

Lucky Bamboo

Rajin mengganti air dan membuang daun yang jatuh cukup untuk membuat Lucky Bamboo tumbuh subur. Tapi sebentar, kamu harus tahu dulu kalau tanaman ini berbeda dari bambu yang tumbuh di hutan. Bambu Hoki adalah keluarga tanaman lili. Aneh, kan? Kamu bisa menaruh batu kecil untuk menopang akarnya dan menggunakan pot kaca agar terlihat semakin indah. Kalau mau batangnya melengkung, kamu juga bisa mengakali sumber pencahayaan. Bambu Hoki akan tumbuh mengikuti arah sinar matahari meskipun tak boleh terkena sinar langsung.

Lucky Bamboo

Syngonium Podophyllum (Nephthytis)

Siapa yang sering melihat tanaman ini di Instagram atau blog? Tanaman jenis arrowhead yang bisa juga kamu tanam di air. Kamu akan perlu vas yang stabil karena tanaman ini bisa menjadi sangat rimbun. Karenanya, banyak orang yang lebih suka menanamnya pada media tanah dan digantung. Tapi kalau kamu tipe orang yang malas membeli tanaman baru dan lebih suka mengembangbiakkan, tanaman ini cocok untuk kamu. Dalam beberapa bulan kamu sudah bisa memisahkannya ke pot baru untuk dipajang di tempat lain.

View this post on Instagram

Prepping some props 😊🌿 Delivering alllll day. The full package…healthy fertilised plants in pots with drainage, our free handwritten gift card, tapered care instructions ..all delivered with our nature-loving good vibes. 🌿🌿🌿🌿 www.plantsforfriends.com.au

A post shared by Plants For Friends (@plantsforfriendsperth) on Oct 29, 2019 at 5:09pm PDT

Marimo Moss Ball

Tanaman keluarga algae ini tumbuh menyerupai bola. Perkembangannya lambat namun sangat menggemaskan. Seberapa lambat? Hanya 5 mm per tahun. Mangkanya Marimo Moss Ball terbesar yang tercatat hanya berdiameter 95 cm tapi usianya sudah lebih dari 200 tahun. Namanya sendiri sebenarnya diambil dari bahasa Jepang yang berarti bola rumput laut. Cara terbaik untuk merawatnya adalah dicelupkan ke dalam air di tempat teduh. Marimo bisa berubah menjadi cokelat jika terkena matahari langsung.

View this post on Instagram

Living centerpieces Did you see my latest tutorial video? Just filmed a 20 minute backyard demo on dividing, propagating & displaying sansevieria with marimo and posted the full version on YouTube. (I intended to post it here too on IGTV but it’s not letting me🤔 I’ll give it a try after the next insta update and hopefully it’ll work). In the meantime, here’s a recap of the scene: #aloe juice from the cut leaves on the left release a fantastic natural rooting hormone, so I extract a bit of juice to dip the cuttings in right after I divide them. #Marimo and plant cuttings pair beautifully for an interactive ‘living centerpiece’ to observe the roots as they grow. Keep in bright but indirect light. I love to propagate #monstera, #sansevieria, #spiderplants and #philodendron cuttings this way! More ‘how to’ ideas for you on my YouTube channel and here on igtv. 💚💚Newest batch of vibrant marimo just hit my shop too!

A post shared by Sacred Elements (@sacredelements) on Jul 14, 2020 at 7:56am PDT

Hyacinth

Awalnya memang terlihat seperti bawang, tapi kalau kamu sabar menunggu sampai bunganya keluar, Hyacinth bisa memberi kebahagiaan luar biasa. Di luar negeri, Hyacinth sangat populer saat musim gugur dan musim dingin karena memerlukan udara yang sejuk. Bukan berarti tidak mungkin merawatnya di Indonesia, namun kamu harus memastikannya ada di tempat teduh. Bahkan jika ingin menanamnya pada media air, kamu harus mendinginkan dulu Hyacinth bulb dalam kulkas selama 12 hingga 14 minggu hingga muncul akar.

View this post on Instagram

The hyacinths are starting to bloom. I got all white this year. I keep an eye out for bulb sales in the fall and pick up any on clearance. That way I can enjoy them all winter – taking a few out of the fridge each week to start forcing them. Bulbs require full sun, so they love right by the south facing windows. Also, I add a little compost tea to my watering can each week to give them a boost. . . . #indoorflowers #forcedbulb #hyacinthbulbs #indoorgardening

A post shared by Eva Shorey (@evashorey) on Feb 1, 2020 at 2:51pm PST

Sekarang tugasmu adalah mencari toko yang menjual tanaman-tanaman di atas. Beberapa di antaranya cukup sulit ditemukan di Indonesia, tapi kamu bisa mencarinya di Instagram atau e-commerce. Jadi kalau dapat, sepertinya kamu benar-benar berjodoh mengadopsinya. Semoga berhasil merawat tanaman barumu!